Salam Teknik UI
Alhamdulillah 5 hari menjelang pelaksanaan Forum Konsolidasi Stakeholder Industri Kemaritiman Nasional dalam bentuk Indonesian Cabotage Advocation Forum - INCAFO 2010, tgl 31 Maret 2010 di Ballroom Nikko Hotel Jakarta yg bertemakan "Kebangkitan Industri Pelayaran Nasional Serta Optimalisasi Pemberdayaan Industri Perkapalan Nasional Pasca Lima Tahun Diterbitkannya INPRES 5 Tahun 2005 di Indonesia", maka pada jumat 26 maret 2010 ILUNI FTUI telah melaksanakan rapat koordinasi dengan seluruh instansi/pihak yg akan terlibat selaku pengisi acara pada workshop nasional tersebut.
Rakor yang berlangsung dari jam 09:00-11:40 : di ruang rapat lt 17 , DEPHUB RI. pimpinan Rapat direktur angkutan laut dirjend perhubungan laut kementerian perhubungan RI serta dihadiri 78 peserta yg terdiri dari utusan kemenko ekoin,departemen perindustrian,dept keuangan/pajak, direktorat migas-departemen ESDM, Bank Indonesia, Bank Mandiri,BP.MIGAS, PT.Pertamina,PT.PANN,DPP INSA( Persatuan pelayaran nasional indonesia), DPP IPERINDO( ikatan perusahaan industri kapal dan sarana lepas pantai indonesia ).DPP.Pelayaran Rakyat dan ILUNI FTUI selaku penggagas acara.
Agenda pertemuan ini merupakan persiapan menjelang pelaksanaan INCAFO 2010, serta merumuskan aksi lanjut pasca INCAFO 2010. Adapun yg disepakati secara bersama dalam rakor ini:
- Bahwa INCAFO 2010 yg merupakan momentum 5 tahun kebangkitan industri pelayaran dan industri perkapalan nasional yg sekaligus sebuah agenda nasional yg menkonsolidasikan semua pihak/sektor/instansi di Republik ini dalam rangka melanjutkan upaya bersama secara masif dalam menjadikan Industri kemaritiman nasional ( perkapalan +pelayaran nasional) sebagai tuan rumah di negeri sendiri
- Bahwa INCAFO 2010 bukanlah akhir segalanya, justru akan menjadi forum bersama guna terus mengawal jalannya pengimplementasian cabotage secara murni di Indonesia, sembari mengevaluasi pencapaian dan hambatan yg dihadapi sejak 5 tahun terakhir serta merumuskan rekomendasi serta agenda kongkret secara terstruktur pasca 31 maret 2010.
- Bahwa disepakati tiga pilar kemaritiman nasional mestilah selalu berjalan seiring sejalan dalam terus meujudkan cita-cita cabotage di indonesia yaitu 'kapal berbendera merah putih, dimiliki bangsa indonesia, dibangun di galangan nasional, menggunakan crew indonesia). Tiga pilar itu adalah : Pemerintah +Pengusaha/Industri + Akademisi/Kampus. karena itu UI yg notabenenya ada teknik perkapalannya diminta untuk dapat terus terdepan bersama stakeholder industri kemaritiman nasional demi UI ( Untuk Indonesia ).Kita pun diminta utk dapat memotori terbentuknya konsolidasi khusus institusi berbasiskan kemaritiman baik perguruan tinggi seperti STIP,STMT Trisakti,Undip,ITS,UPN Veteran,Univ dharma persada,Unhas serta sekolah menengah pelayaran guna menjawab tantangan Terhadap semakin'kritis'nya ketersedian SDM pada sektor kemaritiman, baik pelaut, serta ahli tata laksana pelayaran,kepelabuhan dan industri galangan nasional.
- Bahwa dukungan keberpihakan kepada sektor industri dalam negeri tidak hanya di fokuskan pada upaya untuk menjadi tuan rumah di negeri saja khususnya angkutan antar pulau/pelabuhan dalam negeri indonesia (cabotage ),namun jauh dari pada itu untuk market internasionalpun pasca cabotage juga mesti telah dibuatkan roadmap nya.Karna memang potensial marketnya sangat besar.khusus untuk pangsa angkutan laut luar negeri yg pangsa pasarnya pertahun hampir 160 juta mt tentulah mesti diambil oleh perusahaan pelayaran nasional secara bertahap sehinga share nya bisa mingkat dari 10% saat ini.
- Bahwa pada forum INCAFO 2010 yg merupakan tindak lanjut dari tahun ke 4 kontribusi civitas akademika FTUI pada sektor kemaritiman nasional ( INCAFO 28 maret 2006 di Sari panpacifik jakarta, INCAFO 28 maret 2007di Nikko Hotel, INCAFO 28 Maret 2008 di Bank Indonesia, INCAFO 31 Maret 2009 di Borobudur Hotel) maka pada INCAFO 31 Maret 2010 ini telah diagendakan ILUNI FTUI juga akan memberikan Penganugerahan 'CABOTAGE AWARD' kepada pihak/instansi yg dalam 5 tahun ini sejak 28 maret 2005 hingga 28 maret 2010 ( 5 th diterbitkannya INPRES 5/2005 tentang perberdayaan industri pelayaran nasional) telah mendedikasikan dan berkontribusi sesuai fungsi , tugas dan kewenangan masing-masing .adapun nominasi penerimanya telah di seleksi secara objektif oleh sekretariat INCAFO ILUNI FTUI sembari meminta masukan dari berbagai pihak terkait dgn semangat 'MERAH PUTIhPASTI BISA'. Direncanakan penganugerahan ini akan diserahkan oleh Menko Perekonomian RI selaku Ketua Pelaksana INPRES 5/2005 kepada 3 nominator terpilih.
Selanjutnya, pada tanggal 29 Maret 2009 ( H-2),Kepanitian INCAFO ILUNI FTUI akan adakan pertemuan lanjut dgn Kemenko ekonimian RI terkait persiapan akhir menuju INCAFO 2010, serta penyampaian rumusan halaman rekomendasi INCAFO 2010 yg nantinya sebagai titik tolak terhadap aksi/follow up dari semua pihak yg telah hadir pada forum konsolidasi stakeholder industri kemaritiman nasional tersebut untuk selanjutnya akan di sampaikan kepada pimpinan pemerintahan terkait di Republik ini.
INCAFO 2010 ini direncanakan akan dihadiri oleh 250 peserta yg tdiri dari pemerintah khususnya 12 kementerian terkait INPRES 5/2005,pimpinan industri pelayaran nasional,pimpinan industri perkaplan nasional,instansi kepelabuhan/otoritas kepalabuhan, lembaga keuangan bank dan non Bank, akademisi dan media massa.
Semoga kontribusi dari ILUNI FTUI dengan semangat 'TIADA KATA JERA DALAM PERJUANGAN " serta KATAKAN HITAM ADALAH HITAM dan PUTIH ADALAH PUTIH " ini bisa terus dilanjutkan dan berkeseterusan demi tercapainya industri kemaritiman nasional yg tangguh dan jaya,
Semoga kontribusi ILUNI FTUI ini di redhoi ALLAH serta bisa berarti bagi negeri, bagi anak cucu kita untuk periode 5 atau 10, atau 50 tahun yg akan datang.
Dept Teknik Mesin
PS Teknik Perkapalan 02
